Buscar

Páginas

Korban Bom


Berita Kota/Triono 
LIMA korban ledakan bom bunuh diri dirawat di sebuah rumah sakit. Mereka rata-rata menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Kelimanya disatukan dalam satu kamar perawatan. Sore itu mereka terlibat percakapan. Mengutuk pelaku yang telah tega tanpa rasa perikemanusiaan membuat orang lain sengsara.
"Kenapa Anda sampai menjadi korban ledakan?" tanya korban 1 kepada korban 2.
"Waktu itu aku sedang makan siang di hotel, tiba-tiba ada ledakan!" jawab korban 2.
"Kamu lagi apa?" korban 2 balik bertanya.
"Saya lagi jalan menuju lift, langsung terkena pecahan. Kurang ajar tuh pelakunya" ujar korban emosi.
"Trus kamu kenapa jadi korban?" tanya korban 1 ke korban 3.
"Waktu itu akau tidur di hotel, saat terbangun aku sudah di sini," ujar korban 3.
"Kamu, kenapa sampai jadi korban?" tanya korban 3 ke koban 4.
"Aku kejatuhan tiang besi waktu bom meledak. Lihat tangan dan kaki patah!" jelas korban 4 sambil menahan sakit.
"Kalau ketemu akan aku cincang pelakunya!" muka korban 1 memerah menahan marah.
"Benar! Saya akan balas dendam! Kubunuh dan tubuhnya diiris-iris!" ancam korban 3.
"Setuju! Kita keroyok. Gua bagian mencincang kepalanya!" sahut korban 4.
"Pasti dia lagi tertawa melihat penderitaan kita. Kejam!" sahut korban 1.
Sementara itu korban kelima dari tadi diam saja, wajahnya terlihat ketakutan. Korban 1, 2, 3, 4 pun bertanya, "Eh, kamu kenapa diam saja? Emang bagaimana bisa menjadi korban?"
Dengan ketakutan dia berkata, "Aaannuuu....aku ke sini..... karena akulah pelakunya."
"Hahhhh........!!!???" Keempatnya tampak berusaha bangun... (sa)
(Dikutip dari rubrik Bujugbuneng harian Berita Kota, Rabu, 20 Oktober 200*

Ferdinand: Twitter Itu Penting buat Pebola


Manchester, Kamis
Bek Manchester United (MU), Rio Ferdinand, termasuk pemain yang rajin berselancar di dunia maya. Dia juga aktif di jejaring sosial Twitter.
Bahkan, menurutnya, Twitter sangat bermanfaat bagi pesepak bola. Berikut petikan wawancaranya dengan Inside United, majalah resmi dari MU.
Akun Twitter-mu telah terbukri sangat populer. Apa yang Anda inginkan dengan bergelut dalam dunia di jejaring sosial?
"Hal yang utama adalah untuk menunjukkan siapa sebenarnya diriku. Banyak orang yang menilaiku dengan cara tertentu dan banyak dari hal itu menjadi dasar media untuk menggambarkan diriku. Itu gambaran mereka tentangku."
"Aku melihat gambar diriku di surat kabar dengan anting-anting mencolok, rantai berlian atau jam tangan emas. Tapi, itu bukan aku lagi. Jelas itu diriku, tapi itu dulu, ketika aku masih kecil dan waktu itu uang baru untukku. Tapi, tak adil untuk menggunakan foto itu saat ini. Aku orang yang berbeda saat ini. Aku lebih dewasa."
Apakah kamu pikir sekarang orang akan mengerti hal itu?
"Yup, Twitter menjadi bagus karena menjadi media untuk menjelaskan eperti apa diriku sebenarnya. Aku pernah mendengar orang membicarakanku dan mereka berharap menjadi diriku yang berada di karpet merah setiap pekannya. Tapi, aku hanya berada di karpet merah dua kali seumur hidupku."
"Setidaknya dalam Twitter orang bisa mengerti siapa Anda sebenarnya, ketimbang media yang mengambarkan Anda. Aku pernah mendapat pesan singkat dari fans yang berterima kasih kepadaku karena menunjukkan seperti apa kehidupan pesepak bola profesional sebenarnya."
Tapi masih ada kesalahpahaman tentang pemain sepak bola di luar sana, benar begitu?
"Tentu. Beberapa orang berpikir menjadi pesepak bola dihiasi mobil mewah, liburan yang hebat, dan jet pribadi. Beberapa orang berpikir aku naik jet hanya untuk membeli segelas susu! Ketika aku naik kereta, orang bertanya padaku apa yang aku lakukan di sana. Mereka berpikir aku harus membeli kereta atau sesuatu."
"Ini aneh. Aku naik kereta karena aku ingin ke tempat A dan B dengan cepat dan nyaman bagiku untuk sampai ke sana. Hal-hal kecil, seperti aku men-tweet diriku duduk di kereta, mudah-mudahan membantu orang menyadari seperti apa pesepak bola itu sebenarnya."
Jadi Twitter memperkecil jarak antara pesepak bola dengan fansnya?
"Tentu saja. Banyak fans yang mengeluh karena hubunganya dengan pemain terputus saat ini dan itu komentar yang adil. Aku bisa mengerti kenapa mereka mengatakan itu. Tapi, tidak semua dari kami seperti itu. Aku suka menanggapi fans dan masuk ke dalam perdebatan mereka. Aku pikir itu merupakan pengalaman yang sangat positif."
Apa saja yang kamu alami dari Twitter?
"Setiap pekan, bahkan hampir setiap hari, aku menemui komentar yang mengatakan bahwa aku telah menginspirasi mereka atau Twitter-ku telah membuat mereka tertawa. Beberapa orang berterima kasih karena telah menghubungkan mereka dengan klub. Beberapa orang merasa dekat dengan Manchester United melalui ini."
Pengikutmu sekarang lebih dari setengah juta. Spiderman mengatakan, kekuatan besar sama dengan tanggung jawab besar. Apa pendapatmu?
"Yah, itu berlaku untuk Twitter, tak perlu diragukan lagi. Aku menyadari bahwa banyak pengikutku dan aku punya tanggung jawab untuk memastikan diriku berada dalam batas-batas tertentu. Memang ada batas. Aku sedang bermain untuk tim besar di dunia, jadi kadang-kadang aku harus berhati-hati."
Apakah dalam mengirim pesan kamu melakukannya dengan penuh pertimbangan?
"Ada beberapa kesempatan untukku berkonsultasi dengan departemen komunikasi klub sebelum men-tweet tentang hal-hal tertentu dan aku tahu ada hal yang dilarang. Tapi, itu bukan masalah. Aku mengerti itu." (kompas)

Anjing Seharga 13 Miliar Rupiah


istimewa 
Seekor anjing peranakan Tibetan Mastiff menjadi anjing termahal setelah tejual dengan harga 10 Miliar Yuan atau setara dengan 13 miliar rupiah. Anjing yang berusia 11 bulan ini dibeli oleh seorang raja tambang yang berasal dari wilayah Timur China.
Wajar saja jika anjing yang sering disebut sebagai reinkarnasi dari orang suci  ini dihargai semahal itu. Sebab, memiliki anjing Tibetan sama saja menunjukkan kelas sosial layaknya orang yang memiliki perhiasan atau mobil mewah. Bahkan dalam kepercayaan masyarakat setempat, anjing ini bisa memberikan kesehatan, kesejahteraan, dan penjagaan bagi pemiliknya.
Anjing yang disebut dengan "Hong Dong" atau "Do-khyi" yang diartikan sebagai "Penjaga Rumah" atau "Penjaga Pintu". Dalam bahasa Tibet disebut dengan "Bhote Kukur" sementara dalam bahasa Mongol di[anggil dengan 'Bankhar".
Konon kabarnya, anjing jenis ini telah menemani beberapa tokoh legendaris terkenal di dunia. Salah satunya adalah Marco Polo yang membawa sang anjing dalam perjalanannya menyusuri lautan. Atau di awal abad ke-19 dimana Raja King George IV juga memiliki anjing Tibetan Mastiff yang menjadi penghuni istana dan dipertontonkan ke publik pada acara Crystal Palace di tahun 1906. Bahkan ada rumor yang menyatakan penakluk Genghis Khan membawa 30 ribu anjing jenis ini dalam pasukannya ketiak menaklukkan eropa barat.
Si penjual anjing ini merasa bersyukur bahwa anjingnya memiliki tuan yang baru; seorang tuan yang milioner. "Ia (sang anjing) merupakan spesimen yang sempurna dan harga yang disematkan untuk anjing 11 bulan ini sangat pantas," kata Lu Liang, "kami telah menghabiskan banyak uang untuk membesarkan anjing ini dan juga banyak uang yang dikeluarkan untuk membayar gaji staf yang memeliharanya."
Sementara bagi James Pally yang memiliki enam ekor peranakan Tibetan Mastiff, mengatakan bahwa anjing jenis ini adalah anjing yang sangat pintar. "Mereka pintar sekali dan mereka bisa merasakan dengan cepat jika terjadi sesuatu yang berbahaya di sekitar mereka," kata pria dari Pantymwyn, Wales Barat.
Anjing ini, sambungnya, juga ramah untuk dipelihara di tengah-tengah keluarga.  "Tapi jangan sekali-kali luput memberikan perhatian kepada mereka, bisa-bisa keenam anjing itu duduk di depan TV," katanya.

karikatur /jawapos



Masih Soal Gaji Presiden

Polemiik soal gaji presiden makin panas. Selain mendapat dukungan, tapi lebih banyak mendapat kritikan dari berbagai pihak. Apalagi setelah menteri keuangan menyatakan akan segera menaikkan gaji presiden beserta sekitar 8000an pejabat pemerintah yang lain.
Bagi mereka yang mendukung, tentu saja menganggap wajar kenaikan gaji presiden ini, dengan alasan pekerjaan dan tanggungjawab yang besar yg diemban sang presiden, sehingga layak mendapatkan gaji besar juga. Namun di pihak lain hal ini dikhawatirkan akan menjadi contoh buruk dalam penyelenggaraan pemerintah. Karena bukan tidak mungkin setelah ini para bupati atau camat ikut-ikutan curhat minta dinaikkan gajinya…

Clekit Jawa Pos 25 Januari 2011

•January 25, 2011 •


Koin untuk Presiden…

Curhat SBY tentang gajinya yang belum naik selama 7 tahun mendapat respon beragam. Menteri Keuangan, salah satu pembantunya langsung “siap grak” menyiapkan kenaikan gaji presiden tahun ini juga. Sementara Megawati menanggapinya dengan melontarkan pendapat bahwa gaji presiden lebih dari cukup. Sedangkan Jusuf Kalla lebih bijak dengan mengatakan bahwa “Kurang sopan membicarakan gaji di depan publik.”
Namun ada keunikan dan ketumbenan yang terjadi di pihak lain lagi: kalangan masyarakat, mahasiswa, dan DPR. Yaitu sebagaimana tanggapan masyarakat yang bereaksi lewat penggalangan dana untuk gaji presiden di facebook dan twitter, mahasiswa dan DPR juga dengan sigap menyediakan kotak sumbangan pengumpulan koin yang akan diberikan untuk menambah gaji Presiden SBY. Ini unik, karena tumben-tumbennya masyarakat, mahasiswa dan DPR bisa satu langkah dan satu pendapat serta satu tindakan begitu. Luar biasa, ternyata presiden kita telah berhasil membuat kita semua bersatu padu lewat curhatnya…

Clekit Jawa Pos 22 Januari 2011

•January 22, 2011 • 


Kongres PSSI di Bali
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengadakan kongres di Bali pada 21-23 Januari ini. Namun kongres kali ini diyakini hanya akal-akalan Nurdin Halid Cs, karena semua agenda kongres sudah “diselesaikan” di Jakarta.
“Semua sudah beres sebelum kongres, mulai sidang, tata tertib kongres, hingga agenda pembahasan kongres. Tak ada perubahan berarti.” ungkap Noegraha Besoes, Sekjen PSSI. Noegraha Besut, eh Noegraha Besoes ini adalah salah satu orang abadi di kepengurusan PSSI. Sajak saya belum sunat  sampai sudah rimbun sekarang ini, orang ini adaaaaa terus jadi pengurus. Andai dia ini sebuah perusahaan, nama yang paling tepat barangkali adalah Muncul Jaya Abadi, hahaha…!!
Orang-orang seperti inilah yang gembira ria jika Nurdin Halid tetap ngotot bertengger jadi ketua umum PSSI, meski jelas-jelas tidak melahirkan prestasi apa-apa, karena ostosmastis dia juga akan dipertahankan untuk tetap bertengger juga. Prestasi Nurdin yang cukup “mengharumkan” namanya cuma satu: Menjadi satu-satunya di dunia ketua organisasi olahraga resmi yang pernah jadi narapidana!

Plang Ngamen

•January 21, 2011 • 
KHUSUS INDIA

Tulisan di kertas yang tertempel di depan sebuah rumah di Surabaya ini benar-benar mengindikasikan kegemaran yg sangat akut dari sang tuan rumah pada lagu-lagu India. Saking maniaknya sama lagu India, dia bahkan menggratiskan alias tidak mau membayar pengamen bila menyanyikan lagu selain lagu India. Ini benar-benar tantangan yg sangat berat bagi para pengamen, karena rasanya belum pernah kita menjumpai pengamen yang piawai mendendangkan lagu India. Kalaupun bisa menyanyikan, paling-paling dia hanya mengiringi dengan gitar, lha kendangnya mana? Pohonnya juga mana? Karena seperti yg kita tahu dalam film-film India, setiap menyanyikan lagu penyanyinya pasti butuh pohon untuk tempat dia berputar-putar, haahahaaa…

Clekit Jawa Pos 20 Januari 2011

•January 20, 2011 • 1 Comment


Gayus Divonis 7 Tahun…
Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2011), menjatuhkan vonis kepada Gayus Halomoan Tambunan tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta, subsider tiga bulan kurungan, terkait perkara korupsi yang dilakukannya.
Banyak pendapat dan protes muncul dari berbagai kalangan terhadap vonis ini. Ada yang bilang terlalu ringan, ada yg bilang seharusnya 20 tahun seperti yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU). Ada juga yang menginginkan Gayus dihukum mati saja.
Namun apapun pendapat yang berkembang, yang jelas hal ini menjadi pembelajaran bagi para pelaku kriminal dan korupsi atau para calon-calon pelaku korupsi yang lain, bahwa kalau mau korupsi, atau merampok uang negara, mending yang gede sekalian. Toh nasib akan selalu berpihak pada mereka dengan kekuatan uang yg mereka punya. Seperti yg dilakukan Gayus, betapa dia bisa leluasa menundukkan aparat penegak hukum di kepolisian, kejaksaan dan keimigrasian dengan sangat mudahnya. Perlakuan yg dia terimapun  (seperti juga yang dirasakan para koruptor2 kakap yg lain) begitu istimewa, dari mulai tertangkap, pelaksanaan sidang, maupun ketika dalam tahanan. Bandingkan dengan apa yg dirasakan oleh maling ayam atau jambret terminal bila tertangkap…

Clekit Jawa Pos 18 Januari 2011

•January 18, 2011 • 2 Comments


Andai Aku Gayus Tambunan…
Lagu “Andai Aku Gayus Tambunan” yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Bona Papuntungan, mantan napi asal Gorontalo tiba-tiba ngetop dan jadi berita. Bahkan di Gorontalo sana, lagu ini jadi lagu favorit yang setiap hari diputar oleh para pengemudi bentor (becak-motor, ojek khas Gorontalo).
Lagu itu menggambarkan sepak terjang Gayus yang bisa melakukan apa saja dan pergi ke mana saja meski berstatus tahanan. “Kehebatan” Gayus dan lembeknya aparat hukum negeri ini benar-benar memprihatinkan dan memuakkan kita semua.
Selamat buat Bung Bona. Salam kreatif, tetap semangat, dan tetap penuh alat vital, eh vitalitas!!

Clekit Jawa Pos 15 Januari 2011

•January 15, 2011 • 


Pemerintah Bohong!
Tokoh lintas agama mengeluarkan pernyataan yang memerahkan telinga pemerintah. Mereka menilai pemerintah SBY-Boediono telah melakukan 18 kebohongan, berupa 9 kebohongan lama plus 9 lagi kebohongan baru. Para tokoh lintas agama tersebut juga mencanangkan tahun 2-11 sebagai tahun perlawanan kebohongan.
Sembilan kebohongan tersebut diantaranya tidak transparan dalam menjalankan pemerintahan, penegakan hukum dan mberantasan korupsi, kasus rekening gendut, masalah TKI di luar negeri, dan lain-lain. Ada yg menilai pemerintah melakukan kebohongan dikarenakan untuk menutupi kegagalan dalam menjalankan roda pemerintahan serta kegagalan memenuhi janji-janji kampanye yang lalu.
Namun benarkah kebohongan pemerintah sebanyak itu (9)? Atau malah lebih banyak lagi? Yang pasti, berapapun jumlahnya, kebohongan adalah sesuatu tindakan yg tidak benar, apapun alasannya. Titik!

Clekit Jawa Pos 11 Januari 2011

•January 11, 2011 • 


Penegakan Hukum Joget di Tempat…
Terbongkarnya kisah keluyuran Gayus (untuk ke sekian kalinya) ke luar negeri, semakin membuktikan betapa amburadulnya perangkat hukum kita. Aparat penegak hukum mulai kepolisian, kejaksaan, bahkan keimigrasian berhasil dengan suskses dia ajak “bermain”. Pemerintah sendiri, dalam hal ini Presiden SBY yang pernah mengatakan akan berdiri terdepan dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi tampaknya adem ayem seolah sedang mendengarkan lagu lama berjudul Nina Bobo. Maka jangan terlalu banyak berharap, daripada nanti kecewa berkepanjangan, karena penegakan hukum kita bukan cuma jalan di tempat, tapi malah joget di tempat dengan irama yang sangat memuakkan.
Bila dalam negara demokrasi hukum adalah panglima, maka khusus negeri kita uang adalah panglima, yang sangat berpegaruh di segala bidang. Maka nggak salah bila orang seperti Gayus dengan modal duit miliaran rupiah bisa dengan mudah bertingkah apa saja.
Jadi ingat lagunya Bang Rhoma yang berjudul “Rupiah”, kira-kira penggalan syairnya begini…

memang karena rupiah segala jadi mudah
kalau tidak ada rupiah segala jadi susah…

jreeeengjreeenggggg…hahaha!!

Kartun kompas

 

BENNY & MICE – Karya : –

PANJI KOMING – Karya : Dwi Koen


i

artikel/kehidupan penjaja sex 2 habis

Promosi Via Internet, Praktis dan Gratis

Istimewa
Palmerah, Warta Kota
PENGUNGKAPAN penjualan tujuh anak baru gede (ABG) justru berawal dari LL, rekan mereka yang tinggal di Menteng Wadas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Ketika itu LL dikeroyok oleh para ABG tersebut hingga babak belur hanya karena masalah sepele. Orangtua LL pun mengadu ke pihak sekolah.
Guru yang menerima laporan itu kemudian mengecek akun facebook LL untuk mengetahui siapa saja yang mengeroyoknya. Alangkah terkejutnya dia ketika mengetahui di akun facebook itu muncul sejumlah percakapan bernada cabul, termasuk tentang transaksi prostitusi.
Hal inilah yang mendasari guru dan orangtua LL melaporkan dugaan prostitusi tersebut ke Polsektro Setiabudi. Namun karena transaksi dan penjualan anak bawah umur itu terjadi di Jakarta Pusat, kasus ini pun dilimpahkan ke Polrestro Jakarta Pusat.
Perempuan bernama Dede akhirnya diringkus bersama pelanggannya, Alay, di Apartemen Puri Kemayoran Tower 2 lantai 7, Nomor 207 A, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Ironisnya, berdasarkan kesaksian ketujuh ABG, polisi mengetahui bahwa mereka melakukan praktik prostitusi itu bukan atas paksaan.
Para ABG itu, yakni KKS (15), AC (15), VYL (13), ZV (15), LCS (15), NF (16), dan AS (15), justru memanfaatkan bisnis ini guna memuaskan kebutuhan-kebutuhan materil mereka, seperti membeli handphone mewah, baju bermerek, dan sebagainya.
Sementara Dede, yang menjadi mucikari, mengaku sudah menjalani profesinya selama dua tahun. Dia menjajakan puluhan ABG kepada pria hidung belang melalui facebook.
Di tempat kos
Bisnis seks lewat situs jejaring sosial seperti facebook sebenarnya bukanlah barang baru. Pantauan Warta Kota, fasilitas internet memang dijadikan sebagai ajang promosi gratis.
Tak perlu lagi para ABG itu mangkal di pinggir jalan atau nongkrong di diskotek. Cukup membuat akun pribadi dan mengisi profilnya, plus beberapa foto seksi, selanjuntya mereka bisa mencari teman baru yang diperkirakan bisa jadi 'kliennya'.
Lewat pertemanan itulah mereka lalu bertukar nomor telepon seluler. "Kalau cowok itu telepon, baru dibuat kesepakatan tempat check in-nya," ucap Lita (16), ABG penjaja seks yang memasang tarif Rp 250.000 per jam.
Kepada Warta Kota, Lita mengaku hanya mau melayani tamunya di tempat kos di Jalan Dr Saharjo, Tebet. Kamar kos berukuran 3 m x 4 m dengan kamar mandi di dalam itu disewa Lita Rp 1,2 juta per bulan. Di dalamnya ada spring bed dobel dengan bed cover bergambar Dalmatian 101. Ada pula televisi layar datar 29 inci dan sebuah radio tape serta sebuah lemari ukuran sedang dan filing cabinet warna-warni.
Lita menghiasi ruangannya dengan warna serbahijau. "Namanya juga ABG, Mas," katanya. Dia mengaku tinggal sendirian, sementara kedua orangtuanya tinggal di Subang, Jawa Barat.
Lita sudah tiga tahun menjajakan layanan seks, tetapi baru beberapa bulan memakai fasilitas internet. Dia belajar dari rekan-rekannya. Awalnya dia hanya memakai telepon genggam produk China yang memiliki fitur facebook.
"Enggak capek, cukup lewat internet udah dapet tamu. Malah aku udah punya langganan tetap," katanya. Dari bisnis seksnya itu, setiap bulan Lita bisa mendapat uang Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Hal serupa diungkapkan Vionna (16), yang untuk "bisnisnya" memakai situs tagged.com. Sebelumnya Vionna adalah pemijat freelance di bawah asuhan seorang germo pria. Transaksi dilakukan lewat internet.
"Sekarang sih udah tahu caranya, jadi mending bisnis sendiri," kata Vionna, yang menjalankan bisnis layanan seksnya menggunakan netbook.
Lewat perangkat itu dia bisa chatting sambil main webcam. Cara ini ditempuh Vionna agar tidak tertipu oleh calon pelanggannya. Sebaliknya, calon pelanggan bisa melihat bentuk fisiknya.
"Jadi sama-sama enak. Kalo enggak tertarik ya udah, enggak usah diterusin," kata cewek berparas oriental itu. Dia mengaku asli warga Manggabesar, Jakarta Barat, dan kini kos di Jalan Haryono MT, Tebet, Jakarta Selatan.
Cara transaksinya, Vionna hanya meminta si pelanggan memberi alamat hotel dan nomor kamar. Selanjutnya, dia akan mengecek hotel itu. "Kalau yang menyewa kamarnya benar, baru saya datang ke sana," katanya seraya mengungkapkan, dia membuka tarif Rp 400.000 per tiga jam.
Kemiskinan
Menurut sosiolog perkotaan Universitas Indonesia (UI) Otto Hernowohadi, mudahnya ABG terbujuk rayuan menjadi PSK disebabkan banyak faktor. "Terpaan media saat ini sangat luar biasa, terutama kepada anak-anak dan remaja, mulai dari internet, TV, dan media-media lainnya yang sarat dengan gaya hidup sangat konsumtif," ujarnya saat dihubungi Warta Kota. Menurut Otto, terpaan media bisa dikatakan sebagai faktor utama tumbuhnya sikap hedonis di perkotaan.
Meski demikian, faktor lain yang sangat berpengaruh adalah kemiskinan atau ekonomi. "Remaja perkotaan dihadapkan kepada etalase yang luar biasa hebat dan banyak, sehingga mereka ingin mendapatkan semuanya secara instan dengan mudah dan cepat, meskipun harus mematahkan atau menabrak norma kesusilaan," ujar Otto.
Kemiskinan atau ketiadaaan nilai atau norma yang kuat yang bisa dijadikan pegangan bagi anak dan remaja, menambah mudahnya mereka terjerumus.
Dikatakan Otto, memakai behel gigi, berlama-lama di mal, memakai Blackberry, sudah menjadi gaya hidup yang digandrungi remaja di kota besar. (Ahmad Sabran)


baca:artikel terkait

artikel/kehidupan penjaja sex

Curigai Behel Gigi

Istimewa
BISNIS seks seolah tak ada habisnya. Namun yang memprihatinkan, anak-anak baru gede (ABG) pun dilibatkan. Warta Kota menuliskan kehidupan ABG-ABG penjaja seks tersebut untuk menjadi bahan introspeksi semua pihak.
Terbongkarnya kasus penjualan layanan seks tujuh remaja usia sekolah menengah pertama (SMP) di Apartemen Puri Kemayoran Tower 2 lantai 7, Nomor 207 A, Jakarta Pusat, Selasa (18/1), sangat mengejutkan banyak orang.
Terutama bagi para orangtua di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Itu disebabkan tujuh ABG tersebut tinggal di sana. Ironisnya, mereka masih berstatus pelajar dan berada di bawah asuhan orangtuanya! Tidak seperti para ABG penjual layanan seks pada umumnya di Jakarta, yang tinggal di kamar kos kelas menengah ke atas sendirian.
Tujuh ABG itu tinggal di sebuah gang di Kelurahan Manggarai, tidak sampai 500 meter dari Stasiun Kereta Api Manggarai. Lingkungan tempat tinggal mereka begitu padat. Banyak gang kecil dan sempit, di mana jarak antar-rumah hanya sekitar 1,5 meter. Secara umum, karakteristik warga setempat adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
Adalah VYL (13), satu dari tujuh ABG itu. Semula orangtuanya tak tahu apa yang telah dilakukan VYL, sampai polisi mengungkap kasus penjualan layanan seks tujuh pelajar itu.
Hanya saja, orangtuanya yang pengojek sepeda motor sempat curiga ketika siswi kelas 2 SMP swasta itu mulai mengubah penampilan.
"Dia jadi sering pakai celana pendek dan baju ketat," ujar Dang, ayah VYL, saat ditemui Warta Kota di tempat tinggalnya. Di rumah itu istri Dang berjualan nasi.
VYL jadi lebih agresif terhadap teman-teman prianya. Tak jarang pula dia menggoda teman-temannya dan bicara yang menjurus ke porno. Setiap hari, Dang memberi putri bungsunya itu uang jajan berkisar Rp 15.000 sampai Rp 20.000.
Siswi SMP itu juga kerap gonta-ganti telepon seluler. Yang mengejutkan Dang adalah ketika VYL memasang behel gigi. Sepengetahuan dia, harga behel gigi bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah. "Saya tambah curiga," ujarnya.
Dikatakan Dang, perilaku putrinya itu berubah sejak kenal dengan Dede (28), menantu seorang tetangganya. Penampilan Dede memang 'gemerlap'. Dia kerap berpakaian seksi. Dia pun selalu memakai barang bermerek, mulai dari tas, telepon seluler, hingga sepatu. Padahal, suaminya penganggur.
Hubungan VYL dengan Dede semakin lengket seiring dengan perilakunya yang kian tak terkendali. Dia sering keluar malam bersama Dede dan sering bicara kasar kepada orangtuanya.
Bukan cuma Dang yang curiga. Para tetangganya pun mulai kasak-kusuk soal perubahan sikap VYL itu.
Apalagi, remaja putri berpenampilan kenes tersebut sering dijemput pria yang naik sepeda motor, mobil, atau bajaj, dan menuju ke sebuah hotel atau apartemen. Hanya saja tak satu pun warga yang berani mengadukan masalah itu ke keluarga VYL. (Ahmad Sabran—bersambung)


Baca:Disini